Archive for April, 2006

Fruit of The Spirit…. nice to read ^^

Thursday, April 20th, 2006

Saya suka ngumpulin kata-kata indah yang bermakna, dan ini adalah salah satu dari koleksi saya, accidentally found in my previous PC in Lab.Media…. hope you like it… be inspired….

Ada kekuatan di dalam cinta
Orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan diri sendiri

Ada kekuatan di dalam tawa kegembiraan
Orang yang tertawa gembira adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan

Ada kekuatan di dalam kedamaian diri
Orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah tergoyahkan dan tidak mudah diombang-ambingkan

Ada kekuatan di dalam kesabaran
Orang yang sabar adalah orang yang kuat
Karena ia sanggup menanggung segala sesuatu dan ia tidak pernah merasa disakiti

Ada kekuatan di dalam kemurahan
Orang yang murah hati adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya untuk melakukan yang baik bagi sesamanya

Ada kekuatan di dalam kebaikan
Orang yang baik adalah orang yang kuat
Karena ia selalu mampu untuk melakukan yang baik bagi semua orang

Ada kekuatan di dalam kesetiaan
Orang yang setia adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi dengan kesetiaannya kepada Allah dan sesama

Ada kekuatan di dalam kelemahlembutan
Orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat
Karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam

Ada kekuatan di dalam penguasaan diri
Orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian

Sadarkah teman bahwa engkau memiliki cukup kekuatan untuk mengatasi segala permasalahan dalam hidup ini?
Di mana pun, seberat dan serumit apa pun juga
Karena pencobaan tidak akan pernah dibiarkan-Nya melebihi kekuatan kita

Tuhan akan membuka jalan bagi kita

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Galatia 5:22-23

Happy Easter everybody….

Wednesday, April 19th, 2006

Masih dalam suasana Paskah ini, saya mau bilang :

Happy Easter, everybody!!!!

Semoga kita nggak terlena dengan telur-telurnya, tapi beneran ngerti hakekat dan esensi Paskah itu sendiri. Kemenangan yang berawal dari kasih tanpa syarat, pengorbanan yang penuh….

Paskah bagiku, tetap meaningful….

Seneng banget tahun ini bisa ngikutin Tri Hari Suci secara full…. bahkan pas Jumatnya sempat jalan Salib…. dramanya keren banget dan sukses membawa saya pada kenangan akan sengsara Yesus, dia yang rela menderita begitu besar buat saya, setiap luka, setiap tetes darah yang berawal dari dosa saya…. terharu banget lho…

Yang bikin seneng lagi pas Sabtu Suci, bener-bener bisa ngerasain suasana Paskah yang sangattt meriah. Lagu favorit saya, Syukur kepada-Mu Tuhan, ngingetin saya pada saat saya dibaptis, Paskah 6 tahun lalu. Nggak terasa ya udah 6 tahun saya resmi jadi orang Katolik…. Misa Sabtu itu juga tambah meriah dengan lagu Handel Hallelujah…. megah banget… thanks to the amazing choir…

Pas Minggu Paskah, saya ikutan misa anak-anak. Fun banget, ngeliat tingkah anak-anak yang polos. Mereka rame banget di gereja, sampe romonya stres, hehehe… Tapi saya berpikir, betapa beruntungnya mereka, karena berkesempatan mengenal Yesus dalam usia semuda itu. Waktu saya seumuran mereka, saya belum pernah menginjakkan kaki di gereja….

But however…. just wanna say… happy Easter everybody…

Thanks God for your love, for your sacrifice…

A Cruce Salus - from the Cross comes Salvation….

Mestinya di-post kemaren….

Friday, April 14th, 2006

Mestinya ini di-post kemaren… tapi sayang internet rumah lagi gampang error…. so, baru saya bisa post hari ini…

Buat seorang Ria, hidup adalah krisis. Setidaknya untuk minggu ini. Gilaaa…. tugasnya banyaaaakkk… belum lagi ada tes-tes. Yang lebih parah, pendaftar P3K yang pengen diwawancara menumpuk-numpuk. Rasanya sampai berbusa deh wawancara satu per satu.

Hari ini krisisnya adalah tes Komunikasi Lintas Budaya. Dasar pasukan berani mati, saya belum belajar sama sekali. Tes jam 3, oral exam pula. Sekali salah menjawab, tak ada ongkos tulis. Untung ada Mok, Emil, en Lili yang enak diajak belajar bareng. Saking kompaknya, kita sampai punya gaya-gaya tertentu buat menghapal poin-poin KLB.

Tapi tetap saja, tegang banget waktu masuk ruang dosen…..

Dan kita pertama-tama malah disuruh nulis 5 fungsi komunikasi non verbal… yang jelas-jelas kita taunya cuma ada 4 poin….

Pertanyaan berikutnya beda untuk tiap orang… ada 8 orang yang dites karena kita digabungin sama kelompok sebelumnya. Miss Yola udah cukup suntuk gara-gara ngetes banyak orang dalam satu hari rupanya.

Dan sampai giliran saya (terakhir, hix…), Miss Yola bingung mau nanya apa. Akhirnya keluar pertanyaan, explain how studying communication nonverbal can help us discover values and attitudes underlying a culture. Untung, bab komunikasi non verbal cukup saya kuasai. Coba ditanya language and culture, saya pasti meracau. Bab itu nggak kita baca sama sekali, cuma di-scanning skimming sekilas ala speed reading. Ngerti sih iya, tapi kalau hafal enggak.

Finally, nilai diumumkan. Awalnya sih saya dapat 83,5. Tapi Miss Yola berbaik hati memberi extra quiz with extra score. Pertanyaan pertama tentang karakter budaya dijawab mulus oleh Mok. Pertanyaan kedua tentang elemen budaya disambar Emil. Jelas aja kita paling hafal, karena poin itu kita bahas berkali-kali. Untung, pertanyaan ketiga tentang siapa yang mengemukakan istilah high context-low context culture. Belum selesai Miss Yola ngomong, saya sudah menjerit : “Edward T Hall!” Thanks Sir Edward, I owe you 1 extra point! Hehehee… nggak sia-sia saya menekuni bab high context-low context culture.

Ngomong-ngomong soal high-low context, menarik banget lho. Menurut Hall, high context culture itu dianut orang Asia, Afrika, Amerika Selatan, dan Timur Tengah. Kata kuncinya adalah collectivism. Ini mendasari budaya dan komunikasi mereka. Orang high context itu mementingkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi, keharmonisan tim daripada pencapaian individu. Mereka menyukai kerja sama, dan hidup harmonis dengan alam. Mengandalkan intuisi, mereka lebih mementingkan komunikasi non verbal daripada verbal. Mereka juga suka menggunakan bahasa indah, berbunga-bunga, rendah hati, dan permohonan maaf sangat diharapkan. Tradisi dipertahankan, sulit berubah karena orientasi mereka adalah masa lalu.

Beda banget sama orang low context (Amerika Utara, Eropa terutama bagian barat) yang mementingkan individualisme. Mereka suka persaingan, mengandalkan logika dan berpikir linier. Penyelesaian masalah dan penyimpulan selalu berdasar fakta yang akurat. Mereka merasa memiliki kendali atas lingkungan. Komunikasi non verbal tidak diperhitungkan, mereka suka straight to the point, ada freedom untuk bertanya dan menuntut perubahan. Perubahan lebih penting daripada tradisi, karena berorientasi pada masa kini dan masa depan.

Anehnya, walaupun saya seorang Asia, tapi saya merasa saya lebih low context daripada high context. Terutama dalam cara komunikasi saya yang straight to the point. Saya benci basa-basi. Tapi tetap, ada aja sisi high context yang melekat pada diri saya, yaitu cara pandang terhadap waktu. Orang low, mestinya memiliki cara pandang monochronic time. Artinya waktu dipersepsi sebagai sesuatu yang linier, sehingga tidak bisa berputar kembali, tidak bisa diulang kembali. Maka, manfaatkanlah dengan baik, fokus pada satu hal untuk satu jangka waktu. That’s why they say time is money. Tapi orang high (dan saya) memandang waktu sebagai sesuatu yang sirkular. Cara pandang yang polychronic. Waktu bisa kembali lagi, tidak ada masalah mengurus banyak hal dalam satu jangka waktu. Jadi cenderung lebih santai dan kurang menghargai waktu. Yah, jam karet gitu deh.

Sebenarnya sih saya memandang waktu dengan cara pandang monochronic. Tapi pada prakteknya, saya masih suka buang-buang waktu. Masih polychronic banget. Makanya sering on crisis. Anybody can help me in this problem?

Busy … busy weekk….

Sunday, April 9th, 2006

Aduhhhh… udah lama loh saya nggak internetan… sampe terharu T_T pas malem ini akhirnya saya buka2 friendster.
Iya neh, lagi buanyak tugas…. mana pulang malem terus belakangan ini, paling cepet sampai rumah jam 8. Itu pun udah gak semangat idup, udah terbius ama bantal dan guling. Yah, inilah resikonya mahasiswi nekad, udah kuliah 21 SKS, jadi fungsionaris MPM sekaligus BPMF, masih sempat2nya terima tawaran jadi panitia P3K MaBa.
Tapi ada banyak hal kenapa saya mau take that challenge. Yang pertama, I love challenge! Lagian prinsip hidup saya adalah nggak pernah nyesel karna melakukan sesuatu, justru lebih nyesel kalau nggak melakukannya. Itu yang bikin saya sangat rawan melakukan hal-hal gila, contohnya ya mungkin ini (not to mention obsesi terpendamku untuk cukur botak, yang sampai sekarang belum terwujud karna masih mikirin reaksi keluarga hehehe ;p). Yang kedua, yah ini kesempatan terakhir jadi panitia P3K. Tahun depan kecil banget kemungkinan saya diterima, udah terlalu tua soalnya. Yang ketiga, I know what to do, although I’ve never join this committee before, althought I’ve never join this kind of division. Yang keempat, tapi kayaknya kalau diurutin ini bisa jadi alasan pertama deh, rayuan maut dan intimidasinya Pohong dan Hippo. Yang bikin saya nggak sempat berlama-lama jual mahal.
Tapi nggak gitu nyesel kok, soalnya asyik banget. Capeknya sih dah mulai kerasa…. tapi kalah ma asyiknya. Bayangin, baru kali ini lho saya terlibat dalam kepanitiaan yang pendaftarnya sampai 600 orang. Gileee… sampai berbusa deh wawancarain satu persatu kandidat.
Oh iya, banyak lho rencana2 yang bakal saya lakukan di kepanitiaan ini nanti…. tapi gak mau ah bocorin di sini, tar ketauan dong! Pokoknya tunggu aja kejutan2 dari Ria, kalau kamu keterima di divisi PubDekDok P3K MaBa….. cia yo!!!!!